Antena Wifi sebaiknya dipasang horisontal apa vertikal?

Posisi antenna vertikal atau horizontal berpengaruh pada bentuk atau pola dari pernyebaran signal (propagation pattern) dari antenna tersebut. Posisi vertikal menyebabkan polarisasi penyebaran signal atau gelombang yang dipancarkan menjadi lebih RAPAT atau SEMPIT dengan daya jangkauan yang lebih jauh. Posisi horizontal menyebabkan polarisasi penyebaran signal atau gelombang yang dipancarkan menjadi lebih LEBAR dengan daya jangkauan yang lebih pendek dibandingkan dengan posisi vertikal.
Jika dua titik atau lokasi yang akan dihubungkan menggunakan wireless posisi antenna-nya berbeda, satu vertikal dan satunya horizontal maka kemungkinan besar pasti tidak akan terkoneksi. Hal ini disebabkan oleh posisi keduanya berbeda sehingga menyebabkan POWER LOSS yang besar. Penggunaan posisi vertikal adalah untuk koneksi jarak jauh dan sudut LOS (Ligth Of Sight) yang kecil.
Penggunaan posisi horizontal adalah untuk koneksi jarak dekat dengan sudut LOS yang besar
Kelebihah posisi vertikal adalah jangkauan yang jauh tetapi kekurangannya beam nya sangat kecil sehingga saat pointing harus benar-benar pas dan butuh kesabaran yang tinggi. Kelebihanan posisi horizontal adalah beam-nya besar sehingga tidak susah untuk pointing tetapi kekurangannya adalah mudah terkena interfensi dan jarak jangkauannya kurang jauh.
Jadi pertimbangkan pemasangan polarisasi antena Wifi anda untuk mendapatkan hasil yang maksimal

 

Apapun polarisasi antenna yang anda pilih, semua antenna pada jaringan radio yang anda bangun harus mempunyai polarisasi yang sama tidak peduli tipe antenna yang digunakan.

APK APM 2011

APK

SD 117,12

SMP 97,89

SMA 67,44

 

APM

SD 98,51

SMP 71,70

SMA 47, 39

PAUD 37,5

CARA MENGETAHUI CACHE DI PROXY CLEAROS

untuk melihat besar cache
[root@system] # du -sh /var/spool/squid

untuk melihat kapasitas yang dipakai di hardisk dalam bentuk %,
[root@system] # df –k             atau                # squidclient mgr:info | grep -i storage

untuk melihat lebih akurat

# squidclient mgr:info

jika sda3 lebih dari 80% maka cache harus direset

PROXY HIT

Agar cache yang diambil dari proxy tidak kena limit. lakukan langkah2 sbb

Tandai paketnya :

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=forward comment=”Proxy_HIT ” disabled=no \
new-connection-mark=Hit passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward comment=”” connection-mark=Hit disabled=\
no new-packet-mark=Proxy_Hit passthrough=no protocol=tcp

Selanjutnya Loss-kan di queue:

add burst-limit=0/0 burst-threshold=0/0 burst-time=0s/0s comment=”” \
direction=both disabled=no dst-address=0.0.0.0/0 interface=all limit-at=\
0/0 max-limit=2M/2M name=PROXY-HIT packet-marks=Proxy_Hit parent=Expadati \
priority=8 queue=default-small/default-small target-addresses=\
199.189.7.0/24 total-queue=default-small

Tips memaksimalkan BM di ClearOS

Pertama kita setting dulu BM di COS melalui webconfig di
Gateway –> Bandwidth and QoS –> Bandwidth
Sebelumnya isi Downstream dan Upstream yang kita dapat dari ISP disini saya isi 1024 untuk download dan 256 untuk upload

Selanjutnya masuk ke menu Add Advanced Rule
Disini ada beberapa kolom yang harus kita isi
1. Nickname : silahkan isi sesuai keinginan kita
2. IP Address / IP Address Range : ada 2 pilihan
– Destination artinya IP tujuan/ke IP mana bandwidth itu masuk (IP di jaringan LAN)
– Source artinya IP sumber/dari IP mana bandwith itu masuk (IP public dari tiap2 domain).
3. Port : ada 2 pilihan juga
– Destination artinya port tujuan/ke port berapa bandwith itu masuk (untuk lihat port destiation bisa melalui Reports –> Network –> Network Traffic pilih eth1)
– SOurce artinya port sumber/dari port berapa bandwith itu masuk (misal http=80, https=443 dll)
4. Direction : ada 2 pilihan juga
– Download dan upload
Jika kita isi download maka di kolom port kita pilih source.
Jika kita isi upload maka di kolom port kita pilih destination.
5. Rate : rata2 pemakaian bandwidth
6. Ceiling : batas atas (maksimum pemakaian bandwidth)
7. Greed : prioritas untuk tiap2 rule yang kita buat.

 

Selanjutnya mari kita mulai isi satu persatu untuk masing2 port

1. Untuk browsing di port 80
Kita tahu bahwa jika proxy diset dengan transparent on maka untuk port 80 tidak bisa di bagi per IP. Akhirnya dari hasil try and error dapat diantisipasi dengan mengosongkan kolom IP Address / IP Address Range (khusus port 80 saja)
jadi lebih detailnya kita isi sebagai berikut :

Nickname : browser_down (sesuaikan)
IP Address / IP Address Range : kosongkan
Port : 80
Direction : Download
Rate : 64
Ceiling : 512
greed : low

Oke sebelum kita lanjut saya akan jelaskan dulu rule tersebut.
Dari rule ini terlihat bahwa bandwith kita bagi 2 yaitu 512Kb untuk port 80 dan sisanya 512Kb untuk port lainnya. Jika Bw kita lebih besar misalnya 2Mb akan lebih efektif lagi jadi bisa kita isi ceilingnya 1024 artinya 1Mb untuk port 80 dan 1Mb lagi untuk port yang lain.
Karena IP address kita kosongkan maka dari 512Kb tersebut dialokasikan untuk semua client, artinya jika hanya 1 client yang browsing maka client tersebut dapet full bandwidth 512Kb tapi jika semuanya browsing maka akan dibagi sesuai kebijakan rule tersebut.

2. Untuk membatasi upload dari tiap client
Nickname : browser_up (sesuaikan)
IP Address / IP Address Range : kosongkan
Port : [Destination] 80
Direction : Upload
Rate : 64
Ceiling : 128
greed : medium

 

Sebenarnya dengan 2 rule ini sudah cukup untuk menjalankan game online dan browsing secara bersamaan silahkan dicoba dulu sebelum ditambah dengan rule yang lainnya.
Dari hasil uji coba dengan pemakaian kedua rule tersebut terlihat bahwa untuk browsing akan terasa lambat jika ada client yang download atau streaming youtube tapi tidak mempengaruhi client yang bermain game karena beda port kecuali jika ada game online yang berjalan di port 80, kok jadi kebalik yach? yang ngelag malah browsingnya hehehehe, Disinilah pentingnya kita terapkan delay pool parameter (sudah dibahas di forum ini coba searching yach)

Tapi sedikit sharing, Squid yang saya gunakan seperti berikut :

acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl server 192.168.100.1
acl admin 192.168.100.10
acl client src 192.168.100.0/24
acl ekstensiblok url_regex -i \.swf \.wmv \.msi \.mpg \.mpeg \.wma \.wav \.3gp \.3gpp \.avi \.dat \.flv \.mkv \.mp4 \.mp3 \.mov \.rar \.zip \.7z \.iso \.pdf \.ace \.exe \.torrent \.aac \.ogg \.rm \.asf
acl streamregex url_regex -i watch\? get_video\?video_id  videodownload\? videoplayback\? videoplay\? dailymotion video\.[a-z]\.fbcdn\.net

# delay_initial_bucket_level 50
delay_pools 3

delay_class 1 1
delay_parameters 1 -1/-1
delay_access 1 allow server
delay_access 1 allow admin
delay_access 1 deny all

delay_class 2 1
delay_parameters 2 24000/1024000
delay_access 2 allow streamregex client
delay_access 2 deny all

delay_class 3 1
delay_parameters 3 24000/512000
delay_access 3 allow ekstensiblok client
delay_access 3 deny all

Oke sampai disini dulu nantikan kelanjutan rule yang lainnya.
berikut screenshot bandwith monitor dan network traffic dengan mengaktifkan 2 rule diatas an disandingkan dengan delay pool.

source: http://clearos-indonesia.com/?topic=1046.0

Membuat USB Hiren’s Boot 14.0

Sebuah Tutorial untuk membuat Hirens boot CD 14 bisa dijalankan lewat Flashdisk

sebuah utility yg sangat penting saat ini, karena mampu melakukan banyak hal
1. termasuk 11 Anti Virus yg up to date untuk mereparasi windows yang error
(salah satunya Avira Anti virus dan Spy bot search & destroy yg bisa langsung di running lewat flashdisk)
2. Mini Windows XP yg bisa dijalankan dari Flashdisk, berguna untuk membackup data ke flashdisk, Hardisk Ekternal, atau langsung Burn ke DVD, saat windows error (blue Screen) atau tidak bisa login
3. memperbaiki system windows yg error (Blue Screen)

4. reset password untuk login windows
5. memperbaiki hardisk bad sector
6. memperbaiki partisi hardisk (partition error)
7. memperbaiki MBR hardisk yg corrupt karena virus
8. RAM memory Stress testing, Dan lain lain

seharusnya utility ini harus digunakan dengan memburning file ISO ke CD, lewat blog ini saya akan menjelaskan bagaimana menggunakan utility ini hanya dengan Flashdisk minimal 1Gb

1. format UFD (flashdisk) dengan menggunakan usb disk storage format, tidak bisa menggunakan fitur windows format karena settingan allocation file yg berbeda

2. Download grub 4 dos, jalankan grubinst_gui.exe

Disk dirubah ke flashdisk yg kamu miliki
refresh pilih Wholedisk klik install

3. download Hiren’s.BootCD.14.0.iso, yang dibagi menjadi 5 part, download  linknya ada di bagian paling bawah halaman ini, lalu ke 5 hasil download itu disatukan dengan HJ Split 2.4

Lalu buka File Hiren’s.BootCD.14.0.iso dengan 7 Zip Portable 9.2 Rev 2, extract atau copy semua file ke  Flashdisk. atau dengan cara kedua yaitu Mount dengan program Virtual drive lalu copy semua file ke Flashdisk
kemudian ditambahkan 2 file lagi dari Folder HBCD yatu GRLDR dan MENU.IST  copy kan lagi ke flashdisk

Proses sudah selesai dan Flashdisk sudah bisa digunakan untuk memperbaiki windows, hardisk atau pun komputer yang bermasalah atau sekedar browsing tanpa resiko terkena virus

ini adalah semua file yang seharusnya ada di Flashdisk anda untuk menjalankan Hiren’s boot CD 14.0

Atau anda bisa menggunakan Hiren’s bootCD dengan cara konvensional, yaitu file  Hirensboot CD 14.0.iso di burn ke CD-R dengan program burner (contoh: Nero, Image burn)
download iso hiren’s disini
hasil download nya bisa di buka dengan 7 Zip Portable 9.2 Rev2
Original website = http://www.hirensbootcd.org

source: http://leodjemi.blogspot.com/2011/06/download-run-hirens-boot-cd-140-from.html

MEMBUAT BOOTABLE XP DI FLASHDISK

  • Siapkan Flash Disk, Menurut sumbernya, flash disk yang di gunakan jangan lebih dari 2 Gb, di kwatirkan akan bermasalah pada file sistem nya. ( Saya menggunakan Flash Disk 4 Gb Merk Transcend, dan tidak ada masalah. Saya sarankan pake flashdisk jangan kurang dari 1 Gb, untuk menyalin CD windows XP nya )
  • Lakukan Back Up pada flash disk, Copy dan pindahkan seluruh datanya ke harddisk.
  • Masukkan CD windows XP kedalam CD atau DVD Rom.
  • Setelah di download, silahkan extract folder Bootable USB Flash Disk menggunakan winrar atau winzip.
  • Setelah di Extract, Jalankan File bat dengan nama Bootable USB Flash Disk. Akan tampil gambar seperti dibawah ini. “Pres any key to continue….” silahkan tekan sembarang tombol untuk melanjutkan proses.

  • Ada 3 opsi pilihan yaitu P, H dan N seperti gambar di bawah. Ketik huruf P pada command prompt lalu enter

  • Akan tampil gambar PeToUSB seperti dibawah ini (Jendela command Promt nya jangan di close), silahkan beri nama flash disk pada kolom drive label. Langsung Klik start. Muncul jendela Pop Up “Continue?” tekan “Yes”. Muncul jendela Pop Up lagi “Are You Sure You Want To Continue?” tekan “Yes”. Proses format flashdisk akan berjalan. Setelah proses format flash disk selesai, Selanjutnya silahkan close Software PeToUSB.

  • Klik lagi pada jendela command prompt, tampilan gambarnya seperti dibawah ini, dengan beberapa opsi perintah angka dan huruf. Silahkan tekan angka 1 kemudian enter untuk memilih dimana meletakkan CD windows XP, sebagai contoh DVD Rom saya letaknya di F. Pada jendela “Browse For Folder” Pilih F kemudian tekan OK.

Lalu akan muncul jendela pop up seperti ini

Tekan No, dengan tujuan agar instalasi windows xp nanti akan berjalan tanpa harus memasukkan lagi Serial number, settingan tanggal, waktu, user name, password dan sebagainya. Tahu-tahu instalasi sudah sampai pada layar welcome screen.

  • Langkah selanjutnya setelah memilih No, akan tampil beberpa jendela pop up yang harus di isi. Isi nama pada jendela Give Owner Full Name, Isi nama organisasi, Isi Serial Number Windows XP dan jangan sampai keliru, Isi nama Komputer, Isi Administrator Password atau di kosongkan, Isi format waktu misalnya untuk asia isi dengan angka 205, Isi Workgroup atau biarkan saja, terakhir klik oke.

  • Kembali pada jendela Command Promt, ketik angka 3 dan enter, selanjutnya proses copy instalasi windows XP ke USB Flashdisk, ini akan memakan waktu kurang lebih 15 menit.

  • Setelah proses copy selesai, akan muncul jendela pop up seperti dibawah ini. Klik Yes. Kemudian pada jendela Command Promt “Pres any key to continue….” silahkan tekan sembarang tombol, jendela command prompt akan keluar dengan sendirinya. Artinya, Flash disk sudah siap dengan file-file instalasi windows xp didalamnya. Silahkan lepas USB Flash disk nya Im, selanjutnya kita akan memulai proses instalasi windows XP di NetBook mu.

Proses Instalasi Windows XP

Laptopnya (Net Book) di matiin dulu Im. Ini untuk menghindari flash disknya kemasukan virus dari NetBook mu. Kan Net Book mu terkenal tempat nongkrongnya virus. Setelah Mati, baru tancepin flash Disknya. Selanjutnya, hidupkan NetBook, tekan tombol Del atau F2 (tergantung tipe/BIOS Komputer, laptop, NetBook nya) untuk masuk ke menu Bios. Cari settingan untuk menentukan pilihan booting. Set USB FlashDisk untuk booting pertama. Save and exit. NetBook akan restart, kemudian akan tampil menu seperti gambar dibawah.

Silahkan pilih TXT Mode, lalu tekan enter. Masuk ke menu instalasi Windows XP seperti biasa. Setelah Proses formatting dan copy file ke harddisk, netbook akan restart. Biarkan saja proses booting berjalan pada Menu GUI Mode no 2, jangan pilih mode TXT lagi. Sampai di sini proses instalasi akan berjalan dengan sendirinya. Bila proses instalasi telah selesai, silahkan restart dan kembalikan settingan pada BIOS, Set Hard Disk untuk booting pertama. Selesai Im. Selanjutnya terserah, mau di apain tu NetBook.

source: http://jeri.web.id.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.