Rest in Peace R.I.P JARDIKNAS

Rest in Peace… istirahatlah dengan tenang Roh.. Jardiknasku suatu hari kubangkitkan engkau saat kita merebut kembali “kemerdekaan” ber-internet di Republik Ini.
mungkin anda akan terkaget-kaget siapa yang mati?
ini bukan tentang siap yang mati, tapi ini tentang berlasungkawa telah mati dan perginya Roh JARDIKNAS dibawah Kendali PUSTEKKOM, anda belum tau dan mungkin tidak mau tau tapi saya sarankan anda membaca di dikmenjur@yahoogrou ps.com atau di jardiknas@yahoogrou ps.com diskusi mengenai hal tersebut.
Hari ini 2 minggu sudah pasca pengalihan jardiknas dari BPKLN (biro perencanaan dan kerjasama luar negeri) Depdiknas RI ke PUSTEKKOM (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) Depdiknas koneksi salah satu icon pendidikan ICT di Indoensia sangat memprihatinkan donw timenya luar biasa 14 hari X 24 jam, permasalahan setelah kami trace route adalah bukan di link sisi PT.Telkom (kebetulan ISP pemenang pengadaan layanan Bandwidth Jardiknas) tetapi di NOC Jardiknas di Senayan, seperti posting saya yg sebelumnya ttg ” nga benarnya kontak person Admin Pustekkom” kami sudah menghubungi, SMS, Telephone, E-mail, Milis tapi yach jawaban yg kami dapatkan sangat mengecewakan. kami kecewa pak MEnteri pendidikan Nasional…
kata yang pantas adalah Time to say Goodbye… atau Conte Partiro.. lagu Andrea Bocelli, sangat pas aku dengarkan, duduk menikmati kopi dan pisang goreng gede ala manokwari (satu biji Rp.1000) sambil merenung perjalanan panjang yg diretas kawan-kawan relawan it untuk pendidikan, mulai dari JIS (jaringan informasi sekolah), WAN Kota, ICT center sampai dengan mimpi yg selama ini tak terbeli “akhirnya terbeli” kita punya akses internet skala nasional dan ditujukan untuk “dunia pendidikan” , selama ini yg namanya dinas pendidikan adalah lembaga yg sakral, otoriter dan tertutup akan perubahan, perlahan pasti mulai berubah, seiring masuknya internet ke kantor-kantor dinas pendidikan dari pusat, provinsi s.d kabupaten/kota, geliat perubahan jelas terlihat, kebutuhan akan akses internet mulai terasa, berdenyut seiring mimpi kita ” Mempercepat pencerdasan Anak Bangsa”.
Tapi…
Kini, dengan Jargon TUPOKSI  dan  Loby di DPR “walaupun diakui sebagai permintaan DPR dan Menteri” Pustekkom dengan Sombongnya  MEngambil Alih Pengelolaan “JARDIKNAS” Per satu April 2008, bagi kami ini bagaikan “APRIL MOP” ala indonesia,  mulailah tragedi demi tragedi kami saksikan.. dan sesuai prediksi kami.. inilah ringkasan tragedi tersebut :
  • tgl 1  April s.d 7 April 2008, Jardiknas seluruh indonesia Down, tidak bisa melakukan akses kemanapun baik intra maupun internet, Dunia IT mencatat itu, mungkin sejarah juga demikian.
  • Tgl 7 s.d 8 april Jardiknas Up kembali, alasan yg diberikan oleh Tim Admin pustekkom cukup mencegangkan ” Invisibel Hand” alias di HAck ? siap yang hack? siapa invisibel hand ? tidak pernah dijelaskan, seolah-olah melemparkan batu sembunyi tangan.. mefitnah pihak lain (tim jardiknas yg lama”)  karena tidak mampu menyelsaikan masalah tersebut.
  • 9 april s.d 14 april DNS 118.98.224.2 dan 3 Resmi Off, Bandwidth internet 100 Mbps dari IM2 yg digunakan Habis masa kontraknya 8 April 2008, hari itu putuslah sudah hubungan dengan dunia luar di jardiknas.
  • 10 april 2008, saya mendapat informasi bahwa pemtongan bandwidth karena “pemotongan Biaya 10% di Pemerintahan” tapi di bantah oleh perencanaan Jardiknas dan ternyata terungkap bahwa ada alokasi dana yg cukup besar untuk M&R Jardiknas 23 M padahal dipengelola yg lama BPKLN hanya 3M selisih 20M ? tidak ada penjelasan resmi ttg hal tersebut dan MR seperti apa yag direncanakan Pustekkom ?
  • Konten Lokal Menjadi JArgon berikutnya Pemotongan Akses Internet Jardiknas, nanti saya akan sampaikan konten lokal yg sudah dikembangkan tim jardiknas 2006-2007, kita menanti konten lokal Versi Pustekkom seperti apa jadinya ? dan bentuknya “moga tidak nyaplok konten lokal tim yang lama” ah .. lagu lama dijaman seperti ini masih ada “perampasan hak-hak orang lain”
Rest in Peace… istirahatlah dengan tenang Roh.. Jardiknasku suatu hari kubangkitkan engkau saat kita merebut kembali “kemerdekaan” ber-internet di Republik Ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: