LTE Menantang RING PALAPA

On 02/04/2011 10:17 PM, Arnold Djiwatampu wrote:
>
> LTE Menantang RING PALAPA
>
> Ya, betul, dengan makin jauhnya penggunaan perangkat dan sistem LTE
> (Long Term Evolution) yang akan menjadikan layanan data (tentunya suara
> atau telepon hanya merupakan salah bentuk layanan data) menjadi makin
> murah (harga per unit Mbps akan turun terus), maka para Para Operator
> dan Regulator ditantang untuk segera memutuskan mengenai rencana
> adaptasi evolusioner jaringan mereka hingga ke tahap terakhir dimana
> seluruh jaringan hanya melewatkan data.
>
> Loh, pendapatan para operator saat ini kan berat pada telepon atau suara
> (voice) sedangkan data hanya beberapa prosen saja, bukan?
>
> Ya, itu sekarang. Dan bila bertahan terus dalam kenyamanan pendapatan
> telepon akan digilas oleh perusahaan kecil yang gesit atau perusahaan
> asing dari luar yang makin tidak terbendung.
>
> Bila anda mengikuti white paper di bawah ini maka makin terasa bahwa
> jaringan saat ini hanya akan menjadi beban bila tak segera disesuaikan
> menuju jaringan data dan NGN (next generation network) yang didukung
> LTE. Ini tidak berarti bahwa perangkat yang sudah ada tak dapat dipakai
> lagi. Malahan sebaliknya bisa lebih efektif bila menempatkannya secara
> lebih jeli.
> http://tt-tel.com/Telematika/WP_PCC_for_LTE_services_US.pdf
> <http://tt-tel.com/Telematika/WP_PCC_for_LTE_services_US.pdf>
>
> Dengan makin menurunnya harga per Mbps (Indonesia tidak mungkin
> menahannya) maka jelas kebutuhan akan melejit, dengan perkiraan dalam
> jangka 8 tahun (2008-2015) data di negara maju berlipat 10 kali dan di
> negara berkembang 7 kali. Dan kemudian jelas bahwa mulai titik imbang
> (break even point) antara biaya (cost) dan pendapatan (revenue) akan
> terjadi kerugian bila operator tidak segera merubah taktik mereka dan
> berpegang pada kenikmatan pendapatan telepon yang makin tidak berarti.
> Dan oleh karena itu perlu ada restrukturisasi jaringan sehingga biaya
> akan mengikuti pendapatan (Gambar 3 dalam White Paper).
>
> Tantangan Terhadap RING PALAPA
> Tanpa harus dijelaskan panjang lebar, sudah dapat dirasakan bahwa
> melejitnya data dan murahnya biaya pemakaian hanya dapat diraih dengan
> jaringan pita lebar (yang menurunkan tarif per unit kecepatan), dan
> untuk jaringan tulang punggung yang menghubungkan semua Kabupaten/Kota,
> maka sudah tak dapat ditawar adanya tulang punggung berkapasitas tak
> terbatas (Tbps bagi skala Indonesia) RING PALAPA.
> [Jangan salah dan terbuai bahwa Ring Palapa itu adalah pembangunan di
> Indonesia bagian Timur saja, melainkan satu kesatuan dengan di bagian
> Barat, dengan meningkatkan kualitas SO yang ada atau membuat yang baru
> di wilayah yang tak tercakup secara memadai kualitas dan kapasitasnya]
>
> Dari pertemuan antara MASTEL dan BTIP (nama lama) kemarin, nampak bahwa
> pemerintah memang tidak main-main dalam merealisasikan Ring Palapa di
> samping berbagai akses ke Desa, Kecamatan dan Propinsi (2013). Namun
> tanpa kejelian dan keberanian bisnis dari para operator dan industri
> manufaktur itu memanfaatkan dan mendukungnya, maka usaha pemerintah ini
> tidak akan maksimal. Maksimal dalam arti meraih momentum secepatnya
> sehingga peluang bisnis dan pendapatan yang luar biasa besarnya dapat
> diraih oleh para operator dan industri manufaktor nasional.
>
> Salam,
> APhD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: